Tentang bebep jungie

Love Music and Writing

Journey?!

One Day

Written by: Mumuth kiyuth a.k.a ‘munding’

Wednesday, 05 September 2012

Dimulai aku berangkat dari rumah jam setengah sembilan pagi. Sampai di sekolah ternyata si miss kebo belon nyampe. Ehm.. sempet garing nungguin dia di lapak ibu teh poci depan alpamart. Yaaa, aku nungguin sambil curcol-curcol ciak-ciak ayam gitu, nyoal dakuw nu rada pundung ke nopita. Kenapa sayah rada pundung? Penasaran? Teu penting ah.. Cuma rada-rada eror dakuw e.. #naonsekh

En GONJRAAANGG!

Baca lebih lanjut

Teach Me [Bab 9]

Bab 9

“Huh?”, aku terperangah. Kata-kata yang sebelumnya Touya ucapkan memaksaku menatap kedua bola matanya yang dingin. Sedetik kemudian Touya benar-benar mengatakan sesuatu hal yang membuatku mungkin tidak ingin mendengarnya.

“Aku sudah memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai guru lesmu.”

DEG.

Rasanya seketika ribuan kapas telah menyesaki dadaku hingga tenggorokkan. Ingin kumuntahkan kapas-kapas yang menyesakkanku ini sekarang juga, tapi ironis. Bibirku malah terkatup rapat.

Sakit. Baca lebih lanjut

Teach Me [Bab 6]

Bab 6

Jam 5 kurang 5 menit. Hari ini Touya belum juga datang memenuhi jadwal membimbingku. Aku bosan sendirian di rumah. Karena kebetulan, ibu harus menginap selama semalam di rumah sakit karena diminta menunggui bibi Chiya yang baru melahirkan. Ibu tidak bisa mengajakku karena ibu pikir akan mengganggu sekolahku besok. Sementara ayah, sekarang ini sedang sibuk-sibuknya di kampus. Ayah bilang ia akan pulang larut malam. Aku sudah terbiasa,  jika ayah bilang pulang larut malam maka ia setidaknya paling cepat ia pulang jam 11 sampai 12 malam.

TING TONG

Suara bel rumahku berdenting. Aku segera menyimpan remote tvku, lalu langsung membukakan pintu.

CEKLEK.

Seorang cowok berpostur tubuh yang tinggi dan membawa tas ransel kini berdiri di hadapanku. Ya, seseorang yang kupikir akan meliburkan jadwal lesku hari ini.

Sedikit berbeda darinya.. wajahnya sedikit kusut dan mengguratkan garis tanda kelelahan, mungkin karena ia sibuk belakangan ini.

“Maaf aku terlambat..”, ucap Touya. Baca lebih lanjut